Hari ini aku melakukan pengembaraan ke sebuah hati yang tengah dilanda rindu…rindu dari seorang wanita yang sedang duduk dengan gitar tuanya…di tepi jendela sukmaku ikut duduk disampingnya.
Perlahan jari-jarinya yang lentik lincah memainkan gitar tua yang selalu dipeluknya tiap malam…aku menghela nafas sesakku..karena aku merasakah satu hati yang sedang gelisah…gelisah karena kerinduan yang menyayat hati-nya.
perlahan bibir mungil itupun bergerak…disertai tetesan-tetesan airmata yang mulai jatuh di atara pipinya yg semakin tirus
Ya Tuhan…baru kali ini sukmaku ikut menangis
“Kupuisikan rindu dihatiku…ku harap tiada seorangpun tahu biar kusimpan saja biar kupendam saja…terlarang sudah rinduku padamu
memang tak pantas menghayal tentang dirimu, sebab kau tak lagi seperti yang dulu..kendati berat rasa rinduku padamu…biarkan kuhadang rinduku terlarang”
syair itulah yang mengalun diantara derasnya air mata…apa sebenarnya yang kau rasakan dewi-ku ? rindu yang terlarang…?untuk siapa rindumu itu ? sukmakupun masuk ke belahan hatinya yang berbalut kabut kerinduan ini.
dan baru kutahu bahwa ada satu cinta yang sangat besar yang bertahta di hati mungil ini. satu nama yang dia simpan dengan sangat rapi…sangat dia agungkan bahkan untuk tidak tersentuh oleh apapun juga.
Tuhan…kali ini aku ikut mohonkan pada-MU..demi satu permintaan dari dewi-ku ini…berikan satu kesempatan untuk mengubah “rindu yang terlarang” itu menjadi “rindu yang kau rhidoi” karena aku tahu hanya KAU yang bisa…
Lihat Tuhan…air matanya hampir habis dia teteskan…tangannya hampir lelah memetik dawai-dawai gitar tuanya..doanya yang tak pernah henti memohon pada-MU..doa yang selalu bercampur derai tangis…..kabulkan TUHAN…
Sukmaku keluar dari hati yang indah ini dengan penuh doa…dan aku bisikan satu pengharapan padanya,” Dewi-ku….tersenymlah…masih ada asa untukmu…lihatlah…Tuhan selalu ada disampingmu..jangan berhenti berharap…”
Ku rengkuh tubuh mungil itu dalam sukmaku yang hangat .

boon_chiet said,
January 15, 2009 at 7:45 am
“lagi jalan2 sore, kesasar disini”
puitis kali si bos ini
“jalan pulang kemana ya?”
PETIR ANGKASA said,
January 15, 2009 at 8:41 am
lewat pintu samping bos…ada ajudanku lagi main catur disitu biasanya…
.tapi kalo mau pipis dulu..naik aja ke atas…di lantai 2 ada toilet khusus pria
fajarseraya said,
January 18, 2009 at 3:51 am
tukeran link yukt mas bisa ga…konfirmasi ke blogku
PETIR ANGKASA said,
January 20, 2009 at 4:51 am
Bisa saja….kenapa tidak…..suatu kehormatan bisa bertukar link dengan-mu boss
omiyan said,
January 21, 2009 at 8:19 am
indah tenan bahasanmu sahabat….
( makasih
)
Nug said,
January 21, 2009 at 12:23 pm
Hm.. another nice posting.. I like it.
Gak banyak komentar..
Karena ada getar dibalik jiwaku saat membacanya..
Dan ada bisik disana yang terdengar sayup…
Maafkan aku..
(PA : makasih boss sudah
mampir..bahasa-mu lebih
menggetarkan dari apa yg
kutulis
Laki-laki Biasa said,
January 22, 2009 at 6:33 am
Is it a true story?
*Saya juga sedang merindukan seseorang nih..
(PA : aku tahu boss siapa yg kau
rindukan..semoga segera
bertemu di dunia nyata…amin